Jumaat, Januari 21, 2011

Keseorangan Dalam Ketiadaan.....



Kemana ia pergi,jauh kaki melangkah,tidak jumpa jalan keluar,melihat di suatu sudut,tiada bayang yang menemani diri yang sedang kesunyian.Tolong,temani yang sedang kesunyian,tanpa cahaya lampu minyak tanah,menerangi ruang yang hampa.Bingkai-bingkai gambar yang tersusun rapi tergantung di dinding tidak bergambar menjadi tanda tanya.Biarkan waktu terus berputar,masih bersendirian,lantai-lantai mulai rekah,cuaca mulai berubah,tiada harapan dan mungkin akan ada jika masih menunggu lebih lama.Tiada burung yang berkicauan berhampiran jendela,ia sunyi ketika ini,tiada lagi bunyi-bunyi yang dulunya,suka sangat memarahinya kerana bising,sekarang,senyap tersunyi jadinya.Memejamkan mata ini,mencuba lagi menceliknya kembali,tetapi perkaranya tetap sama.Keluar dari rumah,melihat di sekeliling,tiada apa,sangat teratur dengan kesunyiannya,tiada yang lalu-lalang dihadapan mata,tinggal keseorangan tanpa ada yang menemani.Bunga yang layu mulai mati,mati yang tiada peringatan yang terakhir yang diberikan kepada bunga itu.Berjalan mengelilingi bandar,tetapi tiada kelibat orang pun dibandar ini,kemana mereka pergi? Baru tersadar dalam diri,bangun sahaja dari tidur,sudah berubah keadaannya menjadi sebegini.Langit mendung sentiasa,menunjukkan tiada perubahan yang akan menjadi baik,mulai hujan,berlari mencari tempat untuk berteduh.Berdiri tegak,terasa lapar mulai terasa,mecari makanan untuk dimakan,tetapi dimana entah tidak pasti. Hendak ketawa,tiada perasaan,yang hanya hadir ketika itu,hanyalah ingin menangis,menangis sepuas-puas hati,biarkan saja berlalu.Air sungai mengalir deras,melihat dengan tekun sekali,duduk keseorangan,diruang hampa.Timbul dipermukaan air,hanyalah bangkai ikan yang sudah lama tersadai,bukan seekor,tetapi lebih seluruh ikan disungai itu mati.Hendak menjerit tetapi akan memenatkan diri,melihat diri sendiri mulai hilang dari kenyataan,bagai tidak percaya,ia akan berlaku.Keadaan menjadi tidak tentu arah,yang tadinya sunyi,diruangan yang hampa ini,berubah,menjadi bagai banyak rekahan terjadi,dinding-dinding mulai retak dimana-mana,bagai tidak mengerti,apa yang sudah berlaku.Bagai tak mampu berdiri,bangkit dan bersembunyi,tetapi tidak berjaya,terhempas pulas keadaan bagai air laut bergelora.Terjatuh tersungkur tidak sedarkan diri,lama juga tidak sedarkan diri,terbang bagai melayang tinggi jauh entah kemana.Terjaga,sudah pun menjelang waktu malam,keadaan beginilah,sudah gelap tanpa cahaya disekitarnya,gelap serta merta,tiada orang pun dibandar itu,masih berfikir lagi,kemana mereka,aku sekarang ada dimana ini?,ini bukan tempat aku... Aku keseorangan,masih rindu dengan tawa mu sekarang,bukan cinta,tetapi kasih sayang yang sudah tiada rasa.Haruskah begini selalu.Bila teringatkan kembali semula keadaan yang dulunya meriah,masih tidak menghargai orang di sekeliling,tidak pernah bersyukur dengan apa yang sudah diterima,bertindak diluar jangkaan kedua orang tua yang sudah menjaga dan mendidik bersama hanya untuk membesarkan anaknya menjadiorang yang berguna,tidak pernah menghormati orang tua,aku tidak dapat menahan sebak,sedangkan perkara itu,aku lakukan seperti biasa-biasa saja.Ingin menjerit sekali lagi tetapi tidak boleh,ingin kembali,ingin kembali dan ingin kembali kepangkuan keluarga,melihat keadaan menjadi seperti biasa dan tidak akan mengulangi keadaan yang lama,adakah ia bertahan.......masih ia pertimbangkan...... Tubuh tidak bermaya,seperti ingin menutup mata,badan seperti tidak berdaya,baru menyedari,mungkin jika selalu metidak menghayati keadaan,akan selalu keseorangan,tiada akan menemani walaupun hanyalah seekor binatang.Badan longlai tidak bermaya,tidak bermaya ingin sekali melawannya,cuba bangkit,kemana lagi harus ku tujui? Dan terus merebah..... Bila sudah sadar,terbaring diatas sofa,sofa memang hak milik rumah sendiri,bagai tidak percaya,siapa dan kenapa ia berada dirumah semula,siapa yang bawanya kesini,bila ia sampai kesini sedangkan sudah jauh berjalan entah kemana.Bangun dari sofa,membuka pintu rumah,melihat keadaan sudah menjadi seperti biasa,merasa amat bersyukur kepada Yang Berkuasa,melihat semula keadaan menjadi baik,melihat burung-burung berkicauan semula,macam sudah lama tidak melihat mereka bising diatas sana,bukan bising sebenarnya,cuma sedang bernyanyi sahaja,dalam bahasa binatang,merdu bunyinya, Senang melihat sudah kembali,adakah tadi itu hanyalah khayalan sahaja? Tiba-tiba datang seorang kanak-kanak kecil menghampirinya,dia berkata,"abang,kenapa badan abang kotor sangat ya,busuklah",katanya, Aku baru perasan badan aku penuh dengan bekas calar balar hutan rimba,lumpur dan pelbagai lagi seperti aku merantau jauh,apa yang sudah berlaku?,aku lupakan saja kisah tadi,aku sekarang nekad,aku baru sadar arti keseorangan dalam ketiadaan,aku tidak mahu sia-siakan orang yang hadir di sekeliling aku,aku mesti mengerti perasaan setiap orang,kerana keseorangan ini bagai tiada apa-apa.....


Duduk sepi tiada peneman,menanti seseorang itu hadir menemani,tetapi,bila akan hadir,masih lagi menunggu,bila akan menemani diri ini yang sedang kesunyian.........

Tiada ulasan:

Catat Ulasan